
romero.web.id Sosok DH, yang dulu dikenal dermawan dan kerap memberi beasiswa, kini jadi sorotan sebagai aktor intelektual penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta.
Di balik citra baiknya, tersimpan dugaan praktik kredit fiktif yang mengalir ke gaya hidup mewah dan aksi sosialnya.
Dwi Hartono atau inisal DS, otak penculikan dan pembunuhan, kerap dikenal dengan nama Instagram Klan Hartono dikenal sebagai motivator dan pengusaha.
Ia juga sering membagikan beasiswa untuk anak-anak kurang mampu.
Dwi Hartono pernah memberikan beasiswa ke korban pemerkosaan yang kasusnya ditangani oleh Hotman Paris.
Ia rupanya dikenal sebagai crazy rich di Rimbo Bujang, Jambi.
Dwi Hartono alias DH di akun Instagramnya mengaku sebagai pengusaha.
Ia juga dikenal sebagai motivator yang sering menjadi pembicara di beberapa seminar.
Dwi juga memiliki akun Instagram @hartono_foundation yang merupakan wadah untuk memberikan beasiswa.
"ya Allah ga nyangka pak Dwi Hartono," kata pemilik akun TikTok @Ayufajarningsih.
Menurut dia, DH merupakan salah satu crazy rich di tempat tinggalnya.
"kenal mba dia salah satu crazy rich daerah saya, rimbobujang jambi," tulis dia lagi.
Sementara itu pemilik akun @Jenn4 mengatakan kalau DH juga merupakan seorang motivator.
"dia motivator jg kan ya? jangan2 rich nya krna kredit fiktifnya ya," tulis akun @Jenn4.
Rekam Jejak DH
Rupanya, DH atau Dwi Hartono ini dulu sempat dikenal sebagai pengusaha muda Rimbo Bujang.
Sebab dia berasal dari Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Dwi Hartono yang dikenal sebagai pengusaha muda Rimbo Bujang ini rupanya pernah viral beberapa tahun silam karena mampu membeli helikopter.
Sehingga tak aneh ketika wajahnya yang terekam saat ditangkap polisi langsung dikenali.
Pada tahun 2021, Dwi Hartono juga sempat menceritakan jejak karirnya yang jatuh bangun.
"Sembilan tahun yang lalu saya tak punya apa-apa. Tidak punya rumah, mobil bahkan usaha," kata Dwi Hartono Minggu (10/10/2021) lalu dikutip dari Tribun Jambi.
Dwi mengaku bahwa mengawali usaha dia mencoba peruntungan dengan membuka rental PS2 di Semarang.
Tak berhasil di sana, dia mencoba membuka usaha kuliner seperti membuka warteg hingga warung lesehan ayam penyet.
Namun pada tahun 2012, usahanya bangkrut, orang tuanya pun lepas tangan.
Tapi bagi Dwi Hartono, modal itu penting tapi harus dibarengi dengan niat yang kuat.
"Kebanyakan orang menganggap tanpa modal tidak bisa jalan, salah itu mas, modal itu nomor sekian niatnya yang paling penting" ujarnya.
Kemudian Dwi Hartono mengatakan, pernah menggarap proyek reklamasi dengan keuntungan Rp2000.
Meski keuntungan tersebut hanya dua ribu rupiah. itu dikalikan sekian banyak kubik.
"1 juta kubik kali 2, Rp 2 Miliar" kata Dwi Hartono.
Kemudian dari situ, Dwi mengaku dia baru bisa membayar utang-utangnya saat itu.
Heboh Beli Helikopter
Dwi Hartono sempat heboh usai masuk ke sebuah konten Youtuber dan mengaku membeli satu unit helikopter.
Dia bahkan mengaku membangun helipad di Rimbo Bujang tepat di depan rumah orang tuanya yang memiliki lahan sekitar dua hektare.
Dwi Hartono mengaku dia sampai mengeluarkan duit hingga Rp 20 Miliar untuk membeli helikopter tersebut.
Alasan dia membangun helipad dan membeli helikopter, untuk akses cepat pulang kampung.
"Sekitar 6 tahun saya pindah ke Rimbo Bujang Jambi (dari Malang), saya cukup berkesan lah, walaupun SMP kelas 3 pindah lagi ke Jawa Ambarawa," katanya.
"Sekali lagi Rimbo Bujang adalah tempat asal kita cukup berkesan meninggalkan banyak cerita bahkan orang tua kakak kandung serta ipar masih tinggal di Rimbo Bujang. Ke depannya harapannya ketika ada helipad di sana kita akses lebih cepat," ungkap Dwi Hartono.
Diketahui Dwi Hartono atau DH ini termasuk dari empat orang yang ditangkap polisi sebagai aktor utama di balik pembunuhan kepala cabang bank BUMN Ilham Pradipta, yaitu DH, YJ, AA dan C.
“Benar (mereka aktor intelektual)," kata Kepala Subdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim, Minggu (24/8/2025) dikutip dari WartaKotalive.com.
"Beda dengan empat orang yang diamankan kemarin," sambung Abdul Rahim.
Untuk pelaku berinisial DH, YJ dan AA ditangkap pada Sabtu (23/8/2025) pukul 20.15 WIB malam di wilayah Solo, Jawa Tengah.
Sementara pelaku berinisial C ditangkap di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Minggu (24/8/2025) pukul 15.30 WIB sore.
Diketahui, Polda Metro Jaya telah menangkap empat orang yang merupakan aktor intelektual kasus penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta.
Keempat pelaku yang ditangkap berinisial C, DH, YJ, dan AA.
DH, YJ, dan AA ditangkap pada 23 Agustus 2025, pukul 20.15 WIB, di wilayah Solo, Jawa Tengah.
Sementara C ditangkap pada 24 Agustus 2025, di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Detik-detik Penangkapan
Aksi ganas polisi legendaris Jacklyn Choppers kembali jadi sorotan.
Dengan gaya khasnya, ia berhasil membekuk otak penculikan sekaligus pembunuhan tragis Kacab Bank BUMN di Cempaka Mas.
Otak pelaku penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta sudah ditangkap.
Polda Metro Jaya menangkap empat tersangka yang berinisial C, DH, YJ, dan AA.
Empat orang yang merupakan aktor intelektual kasus penculikan dan pembunuhan Ilham Pradipta itu ditangkap tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Kota Semarang, dan Polda Demak.
DH, YJ, dan AA ditangkap pada 23 Agustus 2025, pukul 20.15 WIB, di wilayah Solo, Jawa Tengah.
Sementara C ditangkap pada 24 Agustus 2025, di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Tiga otak pelaku pembunuhan ditangkap pada Sabtu (23/8/2025), pukul 20.15 WIB.
Tiga pelaku yang ditangkap berinisial DH, YJ, dan AA.
Dalam video yang dibagikan Instagram @jacklyn_choppers, terekam jelas aksi kejar-kejaran yang berakhir dengan penangkapan para pelaku.
Sosok polisi legendaris di balik operasi itu yang terlihat di kamera adalah Jacklyn Choppers.
Polisi nyentrik yang dikenal pernah “selamat dari 11 tembakan” dalam aksinya memburu penjahat itu ikut terlibat dalam operasi ini.
Kehadirannya membuat momen penangkapan terasa dramatis, sebab publik kembali disuguhkan keberanian dan insting tajam seorang aparat dalam melakukan perburuan penjahat.
Dalam video yang dibagikan, tampak aksi kejar-kejaran mobil Tim gabungan unit Jatanras Polda Metro Jaya, Polrestabes Semarang dan Polres Demak.
Mereka mengejar mobil pelaku di jalanan.
Mobil polisi berhasil memepet hingga akhirnya menghentikan mobil pelaku.
Suasana kejar-kejaran itu sempat pecah.
"Pepet, pepet! Cepet!" kata polisi di dalam mobil.
Setelah berhasil menghentikan kendaraan para pelaku, polisi pun meminta mereka semua untuk segera keluar.
"Turun semua!"
Para pelaku dipaksa keluar dari mobil dan diperintahkan untuk tiarap di jalanan basah.
Dengan gerakan cepat, tangan polisi lalu memborgol pergelangan tangan mereka.
Proses penangkapan para pelaku kejahatan yang mengorkestrasi pembunuhan Ilham sempat mencuri perhatian warga sekitar.
"Diam-diam," teriak aparat ke para pelaku.
Anggota Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Aiptu "Jacklyn Choppers" Zakaria alias Bang Jack, ikut dalam proses kejar-mengejar itu.
Di dalam mobil, ia langsung melakukan interogasi singkat.
Telepon genggam pelaku tampak diperiksa.
8 Orang pelaku Diringkus
Kasus penculikan tragis Kacab Bank BUMN di Cempaka Mas akhirnya menemui titik terang.
Polisi berhasil meringkus delapan pelaku yang selama ini diburu
Diketahui, korban Ilham Pradita alias IP merupakan Kepala Kantor Cabang Perwakilan (KCP) Bank BUMN Cempaka Mas, Jakarta Pusat, ditemukan meninggal dunia di Desa Cilangkara, Serang Baru, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (21/8/2025).
Berdasarkan rekaman CCTV IP diduga menjadi korban penculikam oleh sekelompok orang tak dikenal saat berada di Lotte Mart Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025) sore.
Saat ini polisi telah menangkap delapan orang yang diduga terlibat kasus penculikan hingga pembunuhan kepala cabang bank BUMN itu.
Mereka terdiri atas eksekutor dan pelaku intelektual kasus penculikan dan pembunuhan.
Penangkapan empat pelaku utama kasus tersebut dilakukan polisi hingga Minggu (24/8/2025).
Empat pelaku pertama, yakni AT, RS, RAH, dan RW, ditangkap pada Kamis (21/8/2025) di Jakarta Pusat dan Bandara Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Empat tersangka berikutnya, yaitu C, DH, YJ, dan AA, ditangkap polisi dalam operasi lanjutan.
Mereka diyakini sebagai pelaku utama penculikan dan pembunuhan tersebut.
Kepala Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menjelaskan, penangkapan dilakukan di dua tempat berbeda.
Tim gabungan Polda Metro Jaya, Polrestabes Semarang, dan Polres Demak menangkap DH, YJ, dan AA di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 20.15 WIB.
Sementara pelaku berinisial C ditangkap sehari kemudian, Minggu (24/8/2025), di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, sekitar pukul 15.30 WIB.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com
Posting Komentar untuk "Rekam Jejak DH Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN,Hidup Glamour dan Isu Kredit Fiktif"