romero.web.id - Kisah pilu saat peringatan HUT ke 80 Republik Indonesia (RI) tahun 2025, Poso diguncang gempa dengan magnitudo 5.8 M pukul 05.38 WIB.
Poso adalah sebuah Kabupaten yang terletak di Sulawesi Tengah (Sulteng), dan posisinya berada di tengah Pulau Sulawesi.
Dikutip esdm.go.id, Gempa bumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung api, atau runtuhan batuan.
Magnitudo (M) adalah ukuran kekuatan gempa bumi yang menggambarkan besarnya energi seismik yang dipancarkan oleh sumber gempa dan merupakan hasil pengamatan seismograf (alat yang digunakan untuk mendeteksi dan merekam getaran atau gerakan tanah, terutama saat terjadi gempa bumi.
Sebelum menggunakan skala Magnitudo, BMKG menggunakan Skala Richter (SR).
SR dikembangkan oleh Charles Richter pada tahun 1934. SR merupakan skala pengukur kekuatan gempa yang paling terkenal dan luas digunakan.
Skala Magnitudo Gempa
1. 2,5 atau kurang = biasanya tidak terasa, tetapi dapat direkam dengan seismograf
2. 2,5-5,4 = sering dirasakan, tetapi hanya menyebabkan kerusakan kecil
3. 5,5-6,0 = dapat menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan dan struktur lainnya
4. 6,1-6,9 = dapat menyebabkan banyak kerusakan di daerah berpenduduk padat
5. 7,0-7,9 = gempa bumi besar dengan kerusakan serius
6. 8,0 atau lebih besar = gempa hebat. Dapat menghancurkan komunitas di dekat pusat gempa.
Belasan Warga Tertimpa Runtuhan Gedung Gereja
Dampak gempa bumi tersebut 12 jemaat Gereja GKST Elim Masani di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang sedang mengikuti ibadah pagi harus dilarikan ke rumah sakit usai karena tertimpa reruntuhan bangunan.
Sebagian jemaat selamat dan berhasil keluar.
Banyaknya korban luka dari Gereja GKST Elim Masani lantaran bangunan masih dalam tahap konstruksi.
Material kayu dan batako menimpa jemaat.
Pantauan Tribun dinding luar bangunan gereja masih ditopang bambu.
Sementara bagian dalamnya hanya ditopang balok kayu. Dinding batako bangunan gereja pun belum tertutup semen.
BMKG mencatat pusat gempa berada 18 km barat laut Poso dengan kedalaman 10 km.
Jika dihitung berdasarkan jarak, episenter gempa tercatat berada di 18 km barat laut Poso, 82 km timur laut Sigi, 89 km barat laut Morowali Utara, 93 km tenggara Kota Palu, dan 1.625 km timur laut Jakarta.
Sebagian besar warga di wilayah Kecamatan Poso Pesisir seperti Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura dan Lape merasakan dampak guncangan. Di Kabupaten Poso, gempa dirasakan kuat selama kurang lebih 15 detik.
Bencana itu menjadi gempa berkekuatan terbesar yang mengguncang Kabupaten Poso tahun ini.
Pada bulan Juli 2025, seperti dilansir Tribun Palu di artikel berjudul 'Gempa Poso, 12 Orang Jemaat Gereja GKST Elim Masani Tertimpa Material saat Ibadah Pagi', gempa magnitudo 5,7 menyebabkan 14 unit rusak berat dan 92 unit rusak ringan.
Pasien RSUD Berhamburan
Dikutip dari TribunPalu.com di artikel berjudul BREAKING NEWS: Gempa Bumi Magnitudo 6,0 Guncang Poso Sulteng, Pasien RSUD Berhamburan, guncangan kuat yang terjadi pada pukul 05.38 WITA ini membuat warga panik dan berhamburan ke luar rumah.
Salah satunya terlihat di RSUD Poso, di mana pasien dan petugas medis panik dan berhamburan keluar rumah sakit.
Hal itu diketahui melalui video siarang langsung yang diunggah melalui akun facebook @nurhayatimohamad.
Pasien yang sedang menjalani perawatan, bahkan yang terbaring di ranjang, mencoba menyelamatkan diri.
Mereka dibantu oleh para perawat dan keluarga untuk segera keluar dari gedung rumah sakit.
Meskipun laporan BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami, getaran yang dirasakan meluas hingga ke beberapa wilayah lain.
Warga Mengungsi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat merespons gempa bumi magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8/2025) pukul 05.38 WIB.
Gempa tersebut berpusat di darat, sekitar 18 km barat laut Poso, dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran kuat dirasakan warga di sejumlah kecamatan, terutama Poso Pesisir, hingga menyebabkan puluhan orang luka-luka dan kerusakan bangunan.
Data sementara mencatat 29 orang mengalami luka, 13 di antaranya dirujuk ke RSUD Poso, dua dalam kondisi kritis, dan enam lainnya mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo.
Selain itu, seperti dilansir TribunPalu.com di artikel berjudul Pasca-Gempa Poso Sulteng, BNPB Fokus pada Pendataan dan Bantuan Darurat, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk Gereja Elim di Desa Masani yang rubuh saat ibadah berlangsung.
Kebutuhan mendesak yang telah terdata meliputi tenda darurat dan logistik kesehatan.
Sejumlah warga memilih mengungsi ke area terbuka karena khawatir akan gempa susulan.
Sementara itu, BPBD Poso juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan jalur distribusi bantuan berjalan lancar.
Warga diimbau tetap tenang namun waspada, menghindari bangunan retak, dan selalu memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, maupun BNPB.
Selain di Poso, guncangan juga terasa di wilayah sekitar seperti Sigi dan Morowali Utara, namun belum ada laporan kerusakan berat dari daerah tersebut.
Pasca-gempa ini, BNPB menegaskan pentingnya edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi, terutama di wilayah rawan seperti Poso yang dilalui Sesar Poso yang aktif.
Informasi keselamatan gempa bumi
Jika terjadi gempa bumi, lakukanlah tindakan berikut, sebagaimana petunjuk dari BMKG:
- Sebelum gempa bumi
1. Kunci utama adalah:
* Mengenali apa yang disebut gempa bumi;
* Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa bumi (longsor, liquefaction dll);
* Mengevaluasi dan merenovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.
2. Kenali lingkungan tempat anda bekerja
* Perhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempa bumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung;
* Belajar melakukan P3K;
* Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran;
* Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.
3. Persiapan rutin pada tempat Anda bekerja dan tinggal;
* Perabotan (lemari, cabinet, dll) diatur menempel pada dinding (dipaku, diikat, dll) untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi;
* Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran;
* Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.
4. Penyebab celaka yang paling banyak pada saat gempa bumi adalah akibat kejatuhan material;
* Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah;
* Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa bumi terjadi (misalnya lampu dll);
5. Alat yang harus ada di setiap tempat:
* Kotak P3K;
* Senter/lampu baterai;
* Radio;
* Makanan suplemen dan air.
- Saat terjadi gempa bumi
1. Jika Anda berada di dalam bangunan
* Lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dll;
* Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan;
* Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan
2. Jika berada di luar bangunan atau area terbuka;
* Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dll;
* Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.
3. Jika Anda sedang mengendarai mobil:
* Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
4. Jika Anda tinggal atau berada di pantai:
* Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
5. Jika Anda tinggal di daerah pegunungan:
* Apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.
- Setelah terjadi gempa bumi
1. Jika Anda berada di dalam bangunan
* Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib;
* Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;
* Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K;
* Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.
2. Periksa lingkungan sekitar Anda
* Periksa apabila terjadi kebakaran.
* Periksa apabila terjadi kebocoran gas.
* Periksa apabila terjadi hubungan arus pendek listrik.
* Periksa aliran dan pipa air.
* Periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api dll)
3. Jangan mamasuki bangunan yang sudah terkena gempa
* Karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.
4. Jangan berjalan di daerah sekitar gempa
* Kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.
5. Mendengarkan informasi.
* Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan).
* Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
6. Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.
7. Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan YME demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
Posting Komentar untuk "Kabar Duka HUT ke 80 RI 2025,12 Warga Tertimpa Runtuhan Gedung Gereja Usai Gempa 5.8 M Guncang Poso"