Suara Lamaholot - Pada Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Lembata menjadi pidato perdana Petrus Kanisius Tuaq sebagai Bupati Lembata. Acara peringatan HUT ke-80 RI tersebut dipimpin Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Apel peringatan hari kemerdekaan yang berlangsung di depan kantor bupati Lembata ini, berlangsung dengan khidmat serta dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lembata, Forkompinda, pimpinan Perangkat Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan partai politik dan pemuda, para pelajar, Minggu 17 Agustus 2025.
Dengan tema nasional, "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” Bupati Lembata dalam pidatonya menyampaikan catatan keberhasilan capaian penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di kabupaten Lembata.
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dalam amanatnya membeberkan periode 100 Hari Kerja dan sampai saat ini terdapat beberapa upaya yang sudah dilakukan antara lain.
Pemerintah Kabupaten Lembata membangun Kerjasama dengan PT. Oceanum dengan menghadirkan KM. Sabuk Nusantara 82 untuk membuka konektivitas perdagangan laut selatan-selatan, yakni Lewoleba-Kendari dengan jadwal keberangkatan 2 (dua) kali sebulan.
Hilirisasi Sektor Perikanan, dilaksanakan melalui 2 (dua) kegiatan, yakni :
1. Penguatan sektor hulu dan hilir pada sektor perikanan dengan mempercepat proses pengadaan barang dan jasa bidang produksi dan pengolahan hasil perikanan.
2. Rancangan pembangunan kampung budidaya di Babokerong.
Hilirisasi Sektor Pertanian, sebagai langkah awal dalam mendorong produksi pertanian dilakukan Panen Perdana bersama Anggota DPR RI, penyerahan alat mesin pertanian dan Launching pembelian jagung.
Di samping itu, pengiriman hasil produksi pertanian lainnya berupa pisang rata-rata 1.500 tandan dan buah kelapa kering rata-rata 3.500 buah per 2 (dua) minggu ke luar daerah.
Hilirisasi Sektor Peternakan, dengan menggalakkan implementasi inovasi Mader Apung (Mandiri Ayam Petelur dan Ayam Pedaging) dan Melati Mekar (Membangun Lahan Tidur Menuju Kesejahteraan Rakyat).
Menyediakan Daging Ayam Beku dengan meresmikan program penjualan ayam beku lokal yang dilaunching pada tanggal 16 Mei 2025 dan membentuk Satuan Tugas Lalu Lintas hewan dan Hasil Olahan dengan target kemandirian tahun 2026-2027, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang berdiri di atas kakinya sendiri.
Menyediakan Cadangan Pangan melalui Pasar Murah dan Stabilisasi Harga Pangan saat Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Paskah 2025.
Penguatan Kapasitas BUMDes, berupa Konsolidasi Pengembangan Sektor Unggulan Desa berbasis potensi lokal Program One Village One Product melalui BUMDes dan 151 Koperasi Merah Putih yang sudah terbentuk dalam bingkai Nelayan Tani Ternak (NTT).
Melakukan penjajakan awal Kesepakatan Bersama dengan Universitas Bosowa Makasar tentang Pelaksanaan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Demikian juga, hari ini kita melihat pelibatan personil upacara yang berasal dari 3 (tiga) Universitas : Universitas Terbuka Sentra Layanan Nagawutung, Lewoleba dan Kedang, Universitas Atma Jaya Jakarta Program Hybrid Lembata dan Universitas Muhamadiyah yang saat ini sedang melakukan praktek lapangan di Lembata.
Penanganan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dengan melakukan audiens ke Kantor Binawan Grup (Lembaga Terpercaya Penyedia Jasa Pekerja ke Luar Negeri).
Pemkab Lembata juga telah mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 kali secara berturut-turut.
Serta melantik Pejabat Fungsional yang tertunda selama + (kurang lebih) 3 tahun sebanyak 149 orang.
Pemerintah daerah juga memberikan Rekomendasi Tugas Belajar kepada 33 orang ASN.
Pemerintah kabupaten Lembata melalui Bupati dan Wakil Bupati juga memberikan apresiasi kepada Tim Persebata Lembata yang telah lolos ke Liga 3 Nasional. Dan melalui CSR dari Bank NTT sebesar Rp. 500.000.000,- dan Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp. 500.000.000,-, untuk memfasilitasi berlaga di Liga 3 Nasional bulan September nanti.
Serta melakukan MoU dengan Forkopimda tentang Penanganan Masalah Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara, dan masalah sosial lainnya.
Sementara itu melalui pendampingan pengelolaan keuangan desa, kita meraih Peringkat I Provinsi Penyaluran Dana Desa Tahap I.
Juga melalui Dana Insentif Daerah, saat ini kita melakukan Peningkatan Jalan :
1.Peningkatan Tapobaran-Hading Manuk (segmen Tobotani).
2. Peningkatan Lamalera-Puor.
3. Peningkatan Riang Bao-Palilolon.
4. Peningkatan jalan kritis Lebala-Paulolong.
Pengawasan Teknis Pembangunan
1. Jalan Menuju Bukit Ruminasia Besar.
2. Peningkatan Jalan Loang-Belame.
3. Peningkatan Jalan Banihading II-Bean.
Penataan Aset Ruang Terbuka, Aset tetap dan Aset Bergerak Lainnya untuk upaya peningkatan PAD.
Pada aspek Reformasi Birokrasi, kita telah berhasil meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dari Predikat CC ke Predikat B, termasuk menaikan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dari Predikat Rendah ke Sedang dan menempati posisi kedua tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur setelah Kota Kupang.
Pada aspek kesehatan, kita berhasil mengeliminasi penyakit Frambusia dan pada tanggal 20 Agustus yang akan datang, kita akan menerima Sertifikat Bebas Frambusia dari Menteri Kesehatan RI.
Di samping itu, masih ada kegiatan yang saat ini sedang dilakukan dan juga masih ada keberhasilan-keberhasilan yang tidak tersebutkan satu per satu.
Kita sedang berjalan di masa yang berat, fiskal kita terbatas, rakyat kita banyak yang berjuang untuk sekedar bertahan.
Tetapi ingatlah, daerah ini lahir dari penderitaan yang diubah menjadi kekuatan.
"Saya dan Bapak Wakil Bupati tidak bisa menjanjikan jalan mulus, tetapi kami tidak akan berjalan sendirian. Kita memikul beban ini bersama, karena ketika saling menggenggam, badai sebesar apapun akan kita lewati", ungkapnya.
"Pada moment yang berharga ini, dalam semangat Tema HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, saya mengajak kita semua untuk bersinergi satu sama lain dan bekerja dengan satu hati satu orientasi dalam semangat “Taan Tou” sebagai roh yang merekatkan kita semua dalam satu spirit membangun Lembata", tandas Bupati Lembata.
Perlu diingat bahwa Taan Tou tidak akan terwujud tanpa kesediaan kita untuk menerima semua perbedaan; Taan Tou tidak akan terwujud jika kita masih saling berprasangka buruk terhadap sesama; Taan Tou tidak akan terwujud jika kita tidak saling menghargai dalam bekerja; Taan Tou tidak akan terwujud jika kita saling memfitnah, mudah terprovokasi dan mudah terhasut.
"Sekali lagi, saya mengajak kita semua untuk berdiri dan gerak bersama membangun leu auq-lewotanah Lembata", ungkapnya.***
Posting Komentar untuk "Jadi Inspektur Upacara HUT ke-80 RI, Bupati Kanis Tuaq Sampaikan Capaian Pemkab Lembata"