Ironi Wakil Rakyat: Rakyat Susah Beli Rumah,Anggota Dewan Malah Dapat Kompensasi Uang Rumah

Ironi Wakil Rakyat: Rakyat Susah Beli Rumah,Anggota Dewan Malah Dapat Kompensasi Uang Rumah

romero.web.id, JAKARTA - Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Ke-80 Republik Indonesia, seolah menjadi kado pahit buat rakyat.

Bagimana tida, di tengah kekusahan dan himpitan ekonomi yang kian mencekik, beredar kabar jika gaji anggota DPR RI naik.

Bahkan, muncul narasi jika gaji wakil rakyat tersebut, tiap hari bisa menerima Rp 3 juta.

Informasi ini jelas menyesakkan bagi rakyat.

Tapi hal itu dibantah Ketua DPR RI Puan Maharani.

Meski membantah, Puan menegaskan  tidak ada kenaikan gaji bagi anggota DPR, melainkan pemberian kompensasi uang rumah sebagai pengganti rumah jabatan.

Nah, apa yang disampaikan Ketua DPR RI ini jelas menyesakkan, karena wakil rakyat yang sudah bergelimang harta, malah dapat pemberian kompensasi untuk rumah, sementara di sisi lain rakyat susah membeli rumah karena pendapatan yang minim.

"Enggak ada kenaikan, hanya sekarang DPR sudah tidak mendapatkan rumah jabatan, namun diganti dengan kompensasi uang rumah," kata Puan di Istana, Jakarta, Minggu (17/8/2025). 

Puan beralasan rumah dinas yang dulu diberikan kepada DPR kini sudah dikembalikan ke pemerintah. 

"Jadi itu saja sekarang karena rumahnya sudah dikembalikan ke pemerintah," ujar dia menjelaskan.

Jika dikalkulasi, besar gaji DPR per bulan bisa mencapai Rp 90 juta.

Tentu saja hal itu membuat geram.

Seorang warganet yang turut membagikan informasi itu adalah akun TikTok, @tahwa*. "Tolong Bantu Jawab!!," tulis dia dalam videonya pada Kamis (14/8/2025). 

Dalam unggahannya, akun TikTok @tahwa* juga menambahkan foto yang tertulis keterangan: "MANTAP! Gaji Anggota DPR RI Naik Jadi 3 juta per hari".

Hingga kini, video itu sudah ditonton sebanyak lebih dari 280.000 kali oleh pengguna TikTok lainnya.

Selain itu, informasi naiknya gaji DPR sehingga sebulan bisa mendapat sekitar Rp 100 juta juga diunggah oleh akun Instagram, @pandemic.

Dalam unggahan akun Instagram @pandemic, mereka menyampaikan bahwa informasi itu disampaikan oleh Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin.

Hasanuddin mengungkapkan, take home pay atau gaji bersih yang didapat anggota DPR setiap bulan bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta.

Menurut dia, jumlah tersebut naik dari periode sebelumnya karena saat ini anggota DPR tak lagi mendapatkan rumah dinas.

Pembahasan tentang gaji anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ramai di lini masa media sosial.

Hal ini berasal dari keterangan Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin yang menyebutkan bahwa gaji anggota mencapai angka Rp 100 juta per bulan atau Rp 3 juta sehari.  

Unggahan itu sudah ditonton lebih dari 311.000 pengguna X dan mengundang interaksi berupa ribuan balasan dan kutipan. 

Lantas, berapa gaji anggota DPR dan bagaimana perbandingannya dengan negara lain? 

Dilansir dari Kompas.com, (1/10/2025), pendapatan anggota DPR terdiri gaji pokok dan tunjangan-tunjangan.

Adapun gaji pokok anggota DPR diatur dalam PP No. 75 Tahun 2000, sedangkan peraturan mengenai tunjangan tertuang dalam Surat Edaran Setjen DPR RI Nomor KU.00/9414/DPR RI/XII/2010.  

Gaji pokok anggota DPR Besaran gaji pokok anggota DPR dalam PP Nomor 75 Tahun 2000 tentang Gaji Pokok Pemimpin Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara dan Anggota Lembaga Tinggi Negara serta Uang Kehormatan Anggota Lembaga Tertinggi Negara.  

Gaji tersebut dibagi menjadi tiga kategori utama yakni gaji anggota, gaji anggota merangkap wakil ketua, serta gaji anggota merangkap ketua.  

Rincian penerimaan gaji anggota DPR yakni: Gaji ketua DPR RI: Rp 5.040.000 Gaji pokok Wakil Ketua DPR RI: Rp 4.620.000 Gaji pokok anggota DPR RI: Rp 4.200.000. 

Selain gaji pokok, anggota DPR RI juga mendapat tunjangan yang diatur dalam Surat Edaran Setjen DPR RI Nomor KU.00/9414/DPR RI/XII/2010.  

Tunjangan tersebut mencakup komponen-komponen berikut ini: 

1. Tunjangan suami/istri sebesar 10 persen dari gaji pokok: Anggota DPR: Rp420.000 Wakil Ketua DPR: Rp462.000 Ketua DPR: Rp504.000

2. Tunjangan anak sebesar 2 persen dari gaji pokok, maksimal untuk dua anak:

Anggota DPR: Rp168.000

Wakil Ketua DPR: Rp184.000

Ketua DPR: Rp201.600

3. Tunjangan jabatan:

Anggota DPR: Rp9.700.000

Wakil Ketua DPR: Rp15.600.000

Ketua DPR: Rp18.900.000

4. Tunjangan beras: Rp30.090 per jiwa, maksimal empat jiwa.

5. Tunjangan PPh Pasal 21: Rp2.699.813.

6. Uang sidang/paket: Rp2.000.000.

Tunjangan lainnya

1. Tunjangan kehormatan:

Anggota DPR: Rp 5.580.000

Wakil Ketua DPR: Rp 6.450.000

Ketua DPR: Rp 6.690.000

2. Tunjangan komunikasi:

Anggota DPR: Rp 15.554.000

Wakil Ketua DPR: Rp 16.009.000

Ketua DPR: Rp 16.468.000

3. Tunjangan peningkatan fungsi pengawasan dan anggaran: Rp 3.750.000.

4. Bantuan listrik dan telepon: Rp 7.700.000.

5. Asisten anggota: Rp 2.250.000.

Jika seluruh komponen gaji dan tunjangan digabungkan, seorang anggota DPR RI dapat menghasilkan lebih dari Rp 50 juta per bulan.  

Misal, seorang anggota DPR RI yang tidak menjabat Ketua atau Wakil Ketua dengan seorang istri dan 2 anak maka akan memperoleh pendapatan setidaknya sebesar: Rp 54.310.173 setiap bulan.

 Jika dibandingkan dengan upah minimum regional Jakarta pada tahun 2025, penghasilan anggota DPR RI jauh lebih besar dari orang kebanyakan.

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, Provinsi Jakarta sendiri memiliki UMR sebesar Rp 5.396.761.

Sementara UMR paling rendah yakni Jawa Tengah, Rp 2.169.349. 

Total gaji itu belum termasuk fasilitas tambahan seperti perjalanan dinas dan pemeliharaan rumah. 

Perbandingan dengan negara lain

Untuk membandingkan dengan negara lain, Kompas.com mengambil contohnya dari Malaysia dan Singapura sebagai negara yang paling dekat dengan Indonesia.  

Gaji anggota parlemen Malaysia  

Dilansir dari iMoney, (26/11/2024), berikut rincian besar gaji pokok dan tunjangan anggota parlemen Malaysia.

Gaji Pokok: Dewan Rakyat: RM 16.000 (sekitar Rp 52,8 juta) per bulan

Dewan Negara: RM 11.000 (sekitar Rp 36,3 juta) per bulan

Tambahan jika MP adalah menteri: RM 13.400 (sekitar Rp 44,2 juta) per bulan. 

dan Klaim: Hadir sidang parlemen: RM 400 (sekitar Rp 1,32 juta) per hari

Hadir rapat/workshop badan pemerintah: RM 300 (sekitar Rp 990 ribu) per hari

Tunjangan hiburan: RM 2.500 (sekitar Rp 8,25 juta) per bulan

Pembayaran khusus untuk MP non-administrasi: RM 1.500 (sekitar Rp 4,95 juta) per bulan

Tunjangan perjalanan tetap: RM 1.500 (sekitar Rp 4,95 juta) per bulan Tunjangan BBM: RM 1.500 (sekitar Rp 4,95 juta) per bulan

Tunjangan tol: RM 300 (sekitar Rp 990 ribu) per bulan

Tunjangan sopir: RM 1.500 (sekitar Rp 4,95 juta) per bulan

Pembelian HP: hingga RM 2.000 (sekitar Rp 6,6 juta) setiap 2 tahun

Tunjangan tagihan HP: RM 900 (sekitar Rp 2,97 juta) per bulan

Pembelian komputer: hingga RM 6.000 (sekitar Rp 19,8 juta)

Subsidi pakaian resmi: RM 1.000 (sekitar Rp 3,3 juta) setiap 3 tahun

Tunjangan pakaian seremonial: hingga RM 1.500 (sekitar Rp 4,95 juta)

Bebas biaya lisensi kendaraan Perjalanan dinas: kelas bisnis (pesawat) / kelas satu (kereta) Hotel saat tugas >32 km dari rumah: hingga RM 400 (sekitar Rp 1,32 juta) per malam

Uang harian dinas: domestik RM 100 (sekitar Rp 330 ribu)/malam, luar negeri RM 170 (sekitar Rp 561 ribu)/malam

Tunjangan makan luar negeri: RM 340 (sekitar Rp 1,12 juta)/malam

Rawat inap kelas satu di RS pemerintah: gratis.

Lebih lanjut jika dibandingkan dengan pendapatan masyarakat pada umumnya, Malaysia mencatat penghasilan rata-rata sekitar RM 8.479 (sekitar Rp 27,98 juta) per bulan.

Jika diakumulasikan menjadi pendapatan tahunan maka: Anggota DPR: gaji pokok saja sekitar RM 178.886,40 (sekitar Rp 590,3 juta)

Masyarakat Malaysia: rata-rata di kisaran RM 101.748 (sekitar Rp 335,8 juta) per tahun.

Dengan demikian, pendapatan anggota parlemen Malaysia lebih besar daripada masyarakat kebanyakan.  

Pendapatan anggota parlemen Singapura  

Menurut data dari Public Service Division, gaji anggota parlemen Singapura yakni: Anggota Parlemen terpilih (Elected MP)

Tunjangan tahunan sebesar SGD 192.500 (sekitar Rp 2,29 miliar)

Anggota Parlemen Non-Konstituensi (NCMP) dan Anggota Parlemen Nominasi (NMP)

Tunjangan tahunan sebesar SGD 28.900 (sekitar Rp 343 juta).  

Sebagai catatan, anggota parlemen yang bukan menteri atau tidak memegang jabatan politik lain dapat bekerja di sektor lain.

Namun, anggota parlemen yang juga seorang menteri akan mendapat penghasilan berupa gaji menteri ditambah tunjangan MP.

Berdasarkan laporan Manpower Research & Statistics Department dari Ministry of Manpower, pendapatan rata-rata masyarakat Singapura sebesar SGD 5.500 per bulan atau SGD 66.000 per tahun (sekitar Rp 785,4 juta/tahun). 

Dengan demikian, gaji anggota parlemen Singapura juga lebih tinggi daripada rata-rata rakyatnya.  (Sumber: Kompas.com/Alicia Diahwahyuningtyas | Editor: Rizal Setyo Nugroho)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puan Bantah Gaji DPR Naik, tetapi Ada Pemberian Kompensasi Uang Rumah"

Posting Komentar untuk "Ironi Wakil Rakyat: Rakyat Susah Beli Rumah,Anggota Dewan Malah Dapat Kompensasi Uang Rumah"