
romero.web.id, PEKANBARU - Berikut kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 halaman 92 Menulis pengalaman menonton bulu tangkis mengunakan majas personifikasi dan karangan yang memiliki ide pokok dan ide pendukung Bab 4 Meliuk dan Menerjang dalam buku paket Kurikulum Merdeka terbitan Kemendibudristek edisi revisi 2023 .
Bab 4 Meliuk dan Menerjang
Soal :
Menulis
Pengalaman Menonton Bulu Tangkis
Buatlah karangan sebanyak tiga paragraf tentang pengalaman menonton bulu tangkis. Tulislah di bukumu. Jika kamu belum pernah menonton permainan bulu tangkis, kamu boleh menulis pengalaman menonton olahraga lain.
Untuk memandumu, jawablah pertanyaan dengan semua kata tanya: apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, dan bagaimana. Contohnya seperti di bawah ini.
1. Apa
Sebutkan kegiatan yang akan kamu ceritakan, yaitu pengalaman menonton bulu tangkis.
2. Di mana
Jelaskan tempat pertandingan dan tempat kamu menonton, misalnya di sekolah, di lapangan, atau di televisi.
3. Kapan
Jelaskan kapan waktu kamu menonton permainan bulu tangkis tersebut.
4. Siapa
Kamu dapat menjelaskan siapa pemainnya, pemenangnya, atau dengan siapa kamu menontonnya.
5. Mengapa
Jelaskan dalam rangka apa kegiatan tersebut, misalnya pertandingan antarsekolah, lomba 17-an, kejuaraan dunia, atau latihan saja.
6. Bagaimana
Kamu dapat menjelaskan jalannya permainan bulu tangkis tersebut, misalnya seru, menarik, atau malah menegangkan. Kamu juga dapat menceritakan perasaanmu saat itu.
Kunci jawaban :
Berikut 10 contoh jawaban menulis pengalaman menonton bulu tangkis mengunakan majas personifikasi dan karangan yang memiliki ide pokok dan ide pendukung
Contoh jawaban 1:
Pengalaman menonton pertandingan bulu tangkis di televisi sungguh memukau. Layar kaca menjadi saksi bisu betapa Indonesia mencintai olahraga ini. Sorak sorai penonton di stadion seolah merambat keluar, memenuhi ruang keluarga kami dengan semangat yang membara.
Pertandingan antara Anthony Ginting dan Kento Momota berjalan sangat sengit. Kok melesat bagai meteor, meninggalkan jejak angin yang berdesir. Ginting dengan lincahnya menari di lapangan, mengejar setiap kok yang datang. Semangatnya membara, tak kenal lelah demi membela Merah Putih.
Akhirnya, Ginting berhasil memenangkan pertandingan! Kemenangannya disambut gegap gempita oleh seluruh keluarga. Kami semua bersorak bangga, merasa menjadi bagian dari sejarah yang sedang tercipta. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan, membuat kami semakin mencintai bulu tangkis dan mendukung atlet-atlet Indonesia.
Contoh jawaban 2:
Minggu lalu, aku berkesempatan menonton langsung pertandingan bulu tangkis antar sekolah di GOR dekat rumahku. Suasana riuh rendah oleh sorakan para supporter yang memadati tribun. Bendera-bendera sekolah berkibar dengan bangga, menambah semarak suasana.
Pertandingan final mempertemukan tim sekolahku dengan tim dari sekolah lain. Para pemain bertanding dengan penuh semangat, saling mengejar angka. Kok seolah memiliki nyawa, terbang ke sana kemari mengikuti irama permainan. Jantungku berdebar kencang setiap kali pemain sekolahku melakukan smash.
Sayangnya, tim sekolahku harus mengakui keunggulan lawan. Meskipun kalah, kami tetap memberikan semangat kepada para pemain. Kekalahan ini justru menjadi motivasi bagi mereka untuk berlatih lebih keras lagi. Aku yakin, di pertandingan berikutnya, mereka akan meraih kemenangan!
Contoh jawaban 3:
Pengalaman menonton latihan bulu tangkis di kampungku memberikan kesan tersendiri. Lapangan sederhana di balai desa menjadi arena bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan. Meskipun hanya latihan, semangat mereka tak kalah dengan pemain profesional.
Kok beterbangan di udara, menjadi saksi bisu perjuangan para pemain muda. Raket di tangan mereka menari dengan lincah, menciptakan pukulan-pukulan yang memukau. Sesekali, terdengar teriakan semangat dari pelatih yang memberikan arahan.
Melihat semangat mereka, aku merasa terinspirasi untuk ikut berlatih bulu tangkis. Olahraga ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga mengajarkan tentang kerja keras, disiplin, dan sportivitas. Mari kita dukung terus perkembangan bulu tangkis di Indonesia!
Contoh jawaban 4:
Setiap tahun, kampungku selalu mengadakan turnamen bulu tangkis dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan. Lapangan di tengah kampung disulap menjadi arena pertandingan yang meriah. Para penonton berbondong-bondong datang untuk memberikan dukungan kepada para pemain.
Pertandingan demi pertandingan berjalan dengan seru dan menegangkan. Para pemain saling menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kok menjadi saksi bisu persaingan yang sehat dan sportif. Sorak sorai penonton membahana di seluruh kampung, menambah semangat para pemain.
Turnamen bulu tangkis ini bukan hanya sekadar ajang untuk mencari juara, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar warga. Mari kita lestarikan tradisi ini, agar semangat kemerdekaan selalu berkobar di dada kita!
Contoh jawaban 5:
Aku sangat beruntung bisa menonton langsung kejuaraan dunia bulu tangkis di Jakarta. Stadion Istora Senayan bergemuruh oleh puluhan ribu penonton yang datang dari berbagai negara. Bendera Merah Putih berkibar dengan bangga di antara bendera-bendera negara lain.
Para pemain terbaik dunia bertanding dengan sengit, menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kok melesat dengan kecepatan tinggi, membuat mata sulit untuk mengikuti. Setiap pukulan dan gerakan mereka memukau, membuatku terpukau.
Indonesia berhasil meraih beberapa gelar juara di kejuaraan dunia ini. Kemenangan ini disambut dengan suka cita oleh seluruh masyarakat Indonesia. Aku merasa bangga menjadi bagian dari bangsa yang memiliki atlet-atlet hebat. Mari kita terus dukung perjuangan mereka, agar Indonesia tetap menjadi yang terbaik di dunia bulu tangkis!
Contoh jawaban 6:
Televisi di ruang tamu menjadi portal menuju dunia bulu tangkis yang penuh semangat. Malam itu, layar kaca menayangkan pertandingan final Indonesia Open. Riuh rendah suara komentator dan gemuruh penonton di stadion seolah-olah merambat keluar, membanjiri rumahku dengan energi yang membara.
Anthony Ginting dan lawannya saling beradu kekuatan di lapangan. Kok menari-nari di udara, kadang melesat tajam seperti anak panah, kadang melambung lembut seperti kapas yang tertiup angin. Raket Ginting berbicara dengan lantang, menghasilkan smash-smash mematikan yang membuat lawannya kewalahan.
Kemenangan akhirnya berpihak pada Ginting! Bendera Merah Putih berkibar dengan bangga di layar kaca. Aku dan keluarga bersorak gembira, merasakan kebanggaan yang membuncah di dada. Pengalaman ini semakin memupuk kecintaanku pada bulu tangkis dan atlet-atlet Indonesia.
Contoh jawaban 7:
Lapangan bulu tangkis di sekolahku menjadi saksi bisu persaingan sengit antar kelas. Pertandingan persahabatan ini diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Olahraga Nasional. Sorak sorai teman-teman memecah keheningan siang itu, memberikan semangat kepada para pemain yang bertanding.
Tim kelasku berhadapan dengan tim dari kelas sebelah. Kok terbang rendah di atas net, menjadi medan pertempuran bagi kedua tim. Raket-raket beradu kekuatan, menghasilkan suara pukulan yang membahana. Jantungku berdebar kencang setiap kali tim kelasku mencetak angka.
Meskipun tim kelasku harus mengakui keunggulan lawan, kami tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk berlatih lebih keras lagi. Semangat persahabatan dan kebersamaan tetap terjaga, menjadikan pertandingan ini sebagai pengalaman yang tak terlupakan.
Contoh jawaban 8:
Balai desa di kampungku disulap menjadi arena pertandingan bulu tangkis yang meriah. Setiap sore, para pemuda berkumpul untuk mengasah kemampuan dan menjalin silaturahmi. Tawa dan canda menghiasi setiap sudut lapangan, menciptakan suasana yang hangat dan bersahabat.
Kok menjadi saksi bisu perjuangan para pemuda dalam meraih kemenangan. Raket-raket di tangan mereka menari dengan lincah, menghasilkan pukulan-pukulan yang memukau. Semangat mereka membara, tak kenal lelah meskipun peluh membasahi tubuh.
Melihat semangat para pemuda ini, aku merasa terinspirasi untuk ikut bergabung dalam latihan bulu tangkis. Olahraga ini bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga mengajarkan tentang kerja keras, disiplin, dan kebersamaan. Mari kita lestarikan tradisi ini, agar semangat olahraga selalu berkobar di kampung kita!
Contoh jawaban 9:
Istora Senayan di Jakarta menjadi saksi bisu kehebatan para pemain bulu tangkis dunia. Aku berkesempatan menonton langsung turnamen bergengsi ini bersama ayahku. Ribuan pasang mata menyaksikan setiap gerakan dan pukulan para pemain dengan penuh antusias.
Kok melesat cepat di udara, menjadi bintang utama dalam pertunjukan yang memukau. Raket-raket para pemain berbicara dengan bahasa yang universal, menghasilkan smash-smash keras, dropshot lembut, dan netting tipis yang membuat penonton terpukau.
Indonesia berhasil meraih beberapa gelar juara di turnamen ini. Lagu Indonesia Raya berkumandang dengan bangga di stadion, membuatku merinding dan terharu. Pengalaman ini semakin memantapkan keyakinanku bahwa Indonesia adalah salah satu kekuatan utama dalam dunia bulu tangkis.
Contoh jawaban 10:
Halaman rumahku menjadi arena pertandingan bulu tangkis dadakan bersama adik dan teman-teman. Kami memasang net sederhana dan menggunakan raket seadanya. Meskipun begitu, semangat kami tak kalah dengan para pemain profesional.
Kok menjadi saksi bisu persaingan sengit di antara kami. Raket-raket beradu kekuatan, menghasilkan pukulan-pukulan yang kadang meleset jauh dari sasaran. Tawa dan canda menghiasi setiap pertandingan, menciptakan suasana yang menyenangkan dan penuh keakraban.
Meskipun hanya pertandingan persahabatan, kami tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kekalahan dan kemenangan kami terima dengan lapang dada. Pengalaman ini mengajarkan kami tentang pentingnya kerja sama, saling menghargai, dan menikmati setiap momen kebersamaan.
Demikian kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 halaman 92 Menulis pengalaman menonton bulu tangkis mengunakan majas personifikasi dan karangan yang memiliki ide pokok dan ide pendukung Bab 4 Meliuk dan Menerjang dalam buku paket Kurikulum Merdeka terbitan Kemendibudristek edisi revisi 2023 .
( romero.web.id/ Pitos Punjadi )
Posting Komentar untuk "Bahasa Indonesia Kelas 4 - Kunci Jawaban Halaman 92 Menulis Pengalaman Menonton Bulu Tangkis Bab 4"