
romero.web.id, Mataram- Sosok IMB alias IH (31), pria asal Kota Mataram, namun menetap di Desa Perampuan itu, menjadi terduga pembunuhan janda berinisial NU (27), kini ditangkap polisi.
Sadisnya IMB diduga melakukan pembunuhan terhadap NU dengan cara ditimbun alias dicor dalam sumur.
Warga perumahan di Desa Perampuan, Kabupaten Lombok Barat, mengungkap keseharian terduga pelaku pembunuhan kekasihnya inisial IM dengan cara dicor di dalam sumur.
Dikutip romero.web.id dari TribunLombok.com, Kepala Desa Perampuan M Zubaidi mengatakan, sejak korban dikabarkan hilang, kondisi rumah pelaku selalu sepi dan tidak pernah terlihat aktivitas apapun.
"Orangnya tidak pernah di tahu keberadaan, pintu rumah tertutup, tidak pernah nyala lampu," kata Zubaidi, Sabtu (23/8/2025).
Zubaidi mengatakan, keseharian pelaku di perumahan jarang bergaul dengan masyarakat. Bahkan, belakangan rumah tempat kejadian nampak sepi dan lampu mati.
Pelaku merupakan warga asal Kota Mataram, namun menetap di Desa Perampuan sejak setahun terakhir.
Menurut keterangan warga kata Zubaidi, pelaku bekerja serabutan di toko bangunan. Namun, belakangan bekerja sebagai tukang parkir.
"Belakangan mengelabui diri sebagai tukang parkir di wilayah Mataram," kata Zubaidi.
Sementara korban inisial N (27) ini merupakan warga Desa Beleka, Kecamatan Gerung yang sehari-hari bekerja di warung sate Desa Labuapi.
Antara korban dan pelaku ini merupakan sepasang kekasih, dengan status janda dan duda. Menurut informasi mereka akan menikah dalam waktu dekat.
"Mereka sempat cekcok, habis itulah ditanam (dikubur dengan cara dicor di dalam sumur)," kata Zubaidi.
Dicor di Sumur
Jasad perempuan inisial N (27) ditemukan tewas mengenaskan dengan cara dicor di sebuah perumahan di wilayah Desa Perampuan, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (22/8/2025).
Terduga pelaku diketahui berinisial IM warga asal Kota Mataram, namun membeli rumah di Lombok Barat.
Antara korban dan pelaku merupakan sepasang kekasih yang rencananya akan menikah dalam waktu dekat.
Pantauan Tribun Lombok, lokasi tempat kejadian perkara (TKP) sudah dipasangi garis polisi dan dijaga ketat aparat kepolisian.
Kepala Desa Perampuan H Ahmad Zubaidi mengatakan, korban dikubur di kedalaman tiga meter dengan kondisi dicor menggunkan beton.
"Jadi setiap setengah meter dicor ditimbun menggunakan pasir," kata Zubaidi, Sabtu (23/8/2025).
Zubaidi mengatakan, menurut pengakuan pelaku di hadapan polisi, korban dicor sudah sebulan.
Namun, ia menduga kejadian ini baru terjadi dua atau tiga hari yang lalu.
"Saya biasa melihat proyek, ini kejadian baru dia tiga hari yang lalu karena kondisi beton masih basah," kata Zubaidi.
Terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Polres Kabupaten Lombok Barat.
N dikabarkan hilang sejak 10 Agustus lalu, N melalui handphonenya sempat mengabarkan akan bekerja keluar negeri.
Tetapi dari bahasa yang digunakan oleh korban, pihak keluarga curiga bahwa yang mengabari itu bukan dari N sendiri.
Kronologi Penangkapan
Tim gabungan dari Jatanras Satreskrim Polres Lombok Barat kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan pendalaman kasus.
Dari hasil penelusuran, tim menemukan petunjuk bahwa NU memiliki hubungan asmara dengan terduga pelaku, IMB alias IH.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, kami menemukan petunjuk bahwa korban sempat janjian bertemu dengan terduga pelaku di satu perumahan, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi,” ujar AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, Sabtu (23/8/2025).
Saat mendatangi lokasi tersebut, tim menemukan kejanggalan berupa tumpukan pasir di depan rumah di BTN tersebut. Kejanggalan ini menjadi petunjuk kuat bagi pihak kepolisian.
Tim segera bergerak cepat mencari keberadaan IMB alias IH yang merupakan seorang duda. Pelaku akhirnya berhasil diamankan di rumah orang tuanya, Jumat (22/8/2025) malam.
Setelah dibawa ke Mako Polres Lombok Barat, terduga pelaku diinterogasi. Di hadapan penyidik, IMB alias IH akhirnya mengakui perbuatannya.
Ia mengaku telah melakukan penganiayaan yang berujung pada kematian NU yang juga seorang janda.
“Berdasarkan keterangan terduga pelaku, bahwa telah memukul korban hingga tidak sadarkan diri, kemudian menyeretnya ke dalam sumur yang ada di dalam rumah di BTN tersebut,” jelas AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata.
Lebih lanjut, pelaku menimbun korban yang sudah berada di dalam sumur dengan pasir dan semen beton. Penemuan ini segera ditindaklanjuti dengan rencana pembongkaran lokasi penimbunan mayat korban dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dilaporkan Hilang
NU dilaporkan hilang oleh kakaknya. Laporan tersebut dilayangkan ke Polsek Gerung pada Selasa (12/8/2025).
Berdasarkan keterangan kakak korban, bahwa korban meninggalkan rumah pada Minggu (10/8/2025), sekitar pukul 08.00 WITA, menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna hitam tanpa izin keluarga dan tidak kunjung kembali.
Tim gabungan dari Jatanras Satreskrim Polres Lombok Barat kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan pendalaman kasus.
Dari hasil penyelidikan didapatkan, korban ternyata tewas dianiaya oleh kekasihnya IMB alias Imam IH (31) di satu perumahan di Desa Perampuan, Kabupaten Lombok Barat dengan cara dicor atau ditimbun di dalam sumur.
Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata mengatakan bahwa penyelidikan dimulai setelah laporan diterima.
Berdasarkan keterangan kakak korban, bahwa korban meninggalkan rumah pada Minggu (10/8/2025), sekitar pukul 08.00 WITA, menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna hitam tanpa izin keluarga dan tidak kunjung kembali.
Lokasi Pembunuhan
Beleke merupakan satu di antara desa yang ada di Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa merupakan satu dari 11 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Gerung. Desa ini memiliki jumlah penduduknya sebagian besar bersuku daerah Lombok.
Sebagian besar penduduknya bermatapencaharian petani dan pedagang. Desa Beleke ini memiliki 4 dusun, di antaranya di sebelah selatan ada Dusun Mendagi, sebelah utara ada Dusun Bilatepung, di sebelah barat ada Dusun Barakbokong, dan timurnya Dusun Beleke. Desa ini letaknya di bagian barat pulau Lombok.
Kasus Pembunuhan Dicor
Hingga pertengahan tahun 2025, sebelum kasus pembunuhan terhadap NU, terdapat beberapa kasus pembunuhan yang melibatkan penemuan jasad dicor di Indonesia.
Berikut adalah rangkuman kasus-kasus tersebut:
1. Pembunuhan Ayuni
Ayuni, merupakan petani berusia 35 tahun asal Kampung Tanoh Abu, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, yang ditemukan tewas dan jasadnya dikubur di dalam drum di kebun kopi.
Kasus pembunuhan terhadap Ayuni terungkap setelah jasadnya ditemukan dikubur di dalam drum di kebun kopi Kampung Uning Teritit, Kecamatan Bukit Bener Meriah, pada Kamis, 30 Januari 2025.
Polisi berhasil menangkap pelaku bernama Edi Andani, 31 tahun, yang merupakan suami korban.
Kapolres Bener Meriah, AKBP Tuschad Cipta Herdani, dalam konferensi pers pada Jumat, 31 Januari 2025, menjelaskan bahwa motif pembunuhan ini didasari oleh rasa sakit hati.
"Pelaku merasa sakit hati setelah terlibat cekcok dengan korban di rumah orang tua pelaku pada Senin, 27 Januari 2025," ungkap Kapolres.
Perselisihan tersebut berlangsung selama beberapa jam, yang membuat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.
2. Pembunuhan Dwi
Seorang wanita, yang bernama Dwi Hastuti (48), ditemukan tewas dan jasadnya dicor di pekarangan rumah.
Insiden penemuan jasad wanita, yang bernama Dwi Hastuti (48), dicor di pekarangan rumah itu terjadi di Dusun Brubuh RT 04/RW 01, Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2025).
Sebelumnya, Dwi sempat dilaporkan hilang oleh keluarga, selama 2 bulan. Dwi hilang setelah ia dijemput seseorang yang mengendarai mobil berwarna merah.
3. Pembunuhan JS
Seorang bos ruko inisial JS (69), ditemukan tewas dan jasadnya dicor di Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur.
JS tewas di tangan ZA (35), seorang kuli bangunan yang sudah dua tahun bekerja untuk JS, dan merupakan orang kepercayaan untuk menangani pengerjaan ruko.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan ZA membunuh JS karena sakit hati ditampar korban sewaktu terlibat cekcok pada Minggu (16/2/2025) pukul 10.00 WIB.
"Karena pelaku ditampar oleh korban. Pelaku sakit hati, spontan melakukan penganiayaan atau pembunuhan," kata Nicolas di Mapolres Metro Jakarta Timur, Kamis (27/2/2025).
Berdasar hasil penyidikan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, sebelum kejadian sempat terjadi cekcok antara korban dengan tersangka terkait proses renovasi milik JS.
Berita selanjutnya Tumpukan Pasir Jadi Petunjuk Kuat Polisi Temukan Jasad NU yang Dicor Pacar
Posting Komentar untuk "Sosok Pria Jarang Bergaul Kini Ditangkap Polisi,Sumur Dicor Jadi Bukti"