romero.web.id, MARTAPURA - Warga di Dusun Sangratu, Desa Sungaipinang, Kecamatan Sungaipinang, Kabupaten Banjar, kini pantas bersyukur dan berbahagia.
Itu setelah akses jalan yang tadinya setapak kini terbuka berkat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 dari Kodim 1006 Banjar bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada pak tentara sekalian. Dengan adanya jalan ini, kami bisa cepat naik turun. Kami warga merasa merdeka,” ujar Riadi, remaja berusia 15 tahun di dusun tersebut, Jumat (15/8/2025).
Ketua RT 1 Dusun Sangratu, Desa Sungaipinang, Kabupaten Banjar, Mahdar mengakui, sebelum ini, jalan sempit dan rusak jika mau ke desa utama.
“Dulu jalannya sulit dilewati. Hasil karet dan pertanian harus diangkut pakai motor. Sekarang sudah bisa pakai mobil,” jelasnya lega.
Bahkan, terbukanya akses itu bisa memangkas waktu perjalanan.
"Sebelumnya perjalanan dari Dusun Sangratu ke Desa Belimbinglama menghabiskan waktu satu jam, kini hanya sekitar 15 menit," urainya.
Setelah akses dibuka lebar, memudahkan pula bagi warga Desa Belimbinglama untuk pergi ke Kabupaten Batulicin Tanahbumbu maupun kawasan wisata Riam Kanan.
Warga kini melalui akses ini tanpa harus memutar jauh lewat Pengaron, Kabupaten Banjar hingga Kota Martapura.
Warga biasanya perlu waktu tiga hingga empat jam perjalanan menyusuri jalan setapak dan lereng bukit. Kini akses sudah dibuka, tinggal pengerjaan jembatan kayu yang kini diperbaiki agar lebih kuat.
"Untuk jembatan yang rusak kami bangun sudah hamapir selesai tinggal 10 persen lagi," jelas Peltu Gunawan selalu Ketua Tim Pelaksana Paket TMMD, Desa Sungaipinang.
Dusun Dadap di Sungaipinang Kabupaten Banjar adalah perbatasan langsung dengan kabupaten tetangga yakni Tanahbumbu.
Menuju ke lokasi ini dari jantung Kota Martapura, perlu 80 kilometer lebih atau sekitar tiga jam perjalanan darat melalui medan yang sebagian belum teraspal.
Kepala Desa (Kades) Belimbinglama, Sungaipinang, H Radiansyah menjelaskan, di desanya ada 400 Kepala Keluarga (KK) atau 1000 lebih jiwa. Rata-rata pekerjaan adalah bertani karet dan pertanian sejenisnya.
"Sehingga jalan yang sudah terbuka ini banyak berguna untuk warga mengangkut hasil tani," jelasnya.
Kades pun menghaturkan syukur dan terima kasih kepada jajaran Kodim 1006/ Banjar dan Pemerintah Darah Kabupaten Banjar atas dibangunnya akses jalan Program TMMD tersebut.
"Karena adanya infrastruktur jalan ini bermanfaat bagi desa kami. Apalagi desa kami ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanahbumbu, yang dulunya perjalanan menempuh waktu 3 jam, sekarang hanya 40 menit, sampai ke perbatasan Tanahbumbu," ungkapnya.
Tak hanya itu, Kades mengatakan, adanya akses yang sudah dibuka diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga.
"Dulu itu sangat sulit membawa hasil panen dengan kendaraan. Sekarang itu lebih cepat sampai ke desa induk," kata Radiansyah.
Jumat (15/8/2025) siang, pekerjaan akses jalan ini dipantau atau dimonitor langsung oleh Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD), yang dipimpin langsung oleh Asisten Latihan Kepala Staf Angkatan Darat (Aslat Kasad), Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Mereka menggunakan trail untuk memantau jalan yang sudah dibuka sejauh 10 kilometer dari akses transit di pusat Desa Belimbinglama.
Di sela peninjauan itu, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar menegaskan pentingnya sinergi TNI, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat dalam program TMMD ini.
Disampaikannya, TMMD adalah wujud nyata, bakti TNI untuk membangun bangsa, khususnya dalam percepatan pembangunan di daerah pedesaan.
Dari hasil kunjungannya jika program TMMD ke 125 di Desa Belimbing Lama Kabupaten Banjar sudah tepat sasaran dan progres fisik pengerjaan sudah hampir rampung 100 persen atau di 95 persen.
“Saya lihat progres pembangunan sudah sangat maju. Kita berharap nanti di tanggal 21 Agustus 2025 sudah bisa selesai dan bisa digunakan oleh masyarakat," ujar jenderal bitang dua tersebut.
Disampaikannya, hingga kini, sudah ada pengerasan sepanjang 10 kilometer dan tambahan enam kilometer yang dikerjakan. Keberadaan jalan yang sudah terbuka ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi warga, terutama dalam meningkatkan perputaran roda ekonomi antardesa hingga antarkecamatan.
Keberhasilan pembangunan ini, lanjutnya, tidak lepas dari sinergi TNI, pemerintah daerah, Polri, serta peran aktif masyarakat.
"Pekerjaan ini dikerjakan berkolaborasi dengan masyarakat setempat. Walaupun mereka punya pekerjaan sendiri, tetapi diatur secara bergiliran untuk membantu, termasuk juga dukungan dari kepolisian," terang Mayjen TNI Jonathan.
Dia pun berharap sinergisitas dan kolaborasi lintas sektor ini dapat terus berlanjut, tidak hanya pada pembangunan jalan, tetapi juga proyek infrastruktur lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita melalui Kepala Seksi Pengembangan Sarana Pertanian Kabupaten Banjar, Gusti Rahmat, mengatakan, akses merupakan satu bagian terpenting dari keberhasikan di sektor pertanian apalagi untuk meperkuat ketahanan pangan ke depan.
"Dengan akses terbuka melalui program TMMD di Belimbing Lama ini pasti akan berdampak banyak bagi sektor pertanian di wikayah tersebut termasuk sekala kecamatan di Sungai Pinang, " jelas Gusti Rahmat.
Bikin Sumur Bor, MCK Hingga Bedah Rumah
Jika memasuki musim kemarau, warga Desa Belimbing Lama, Dungai Pinang Banjar juga rentan krisis air bersih. Warga yang jumlahnya 500 Kepala Keluarga lebih kesulitan mencari titik air dengan mendaki ke bukit atau ke sungai sejauh tiga hingga lima kilometer.
Celakanya jika air surut karena kemarau panjang warga di lokasi tersebut makin sulit untuk cari air bersih. Bahkan menurut H Makmur (60) warga di RT 2 Desa Belimbinglama, Kecamatan Sungaipinang Kabupaten Banjar, warga harus meminta ke pemerintah daerah (BPBD Banjar) kiriman air bersih menggunakan tangki 600 liter untuk diisi ke tandon desa.
"Lalu dari tandon desa kemudian dibagi tiap warga per satu hingga dua drum," cerita Makmur.
Namun, hadirnya sumur bor dari program TMMD ini akan menghapus cerita itu. Sebab, sekarang air bersih sudah tersedia dan jerjaga. Warga mulai nyaman mengalirkan melalui sumur bor yang tersedia.
"Total dari program TMMD ini ada empat sumur bor. Melaui program ini air bersih bisa bermanfaat kepada 400 Kepala Keluarga (KK) atau 1000 lebih jiwa, " kata Kepala Desa Belimbinglama, H Radiansyah.
Jumat siang, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar juga meninjau pelaksanaan sumur bor yang sudah airnya mengalir di dua titik.
Bahkan jendral bintang dua itu, mencoba mencicipi dan melihat air hasil sumur bor secara langsung.
"Rupanya bersih airnya, jadi sudah cukup bagus, tinggal dimanfaatkan dan dirawat saja nanti, diatur bagaimana per rumah bisa kebagian," tegasnya.
Selain sumur bor, juga ada dipantau pelaksanaan rehab rumah milik Sarti (52). Rumah kayu ukuran empat kali enam meter persegi itu diubah menjadi rumah layak huni menggunakan material dinding semi permanen.
"Tentu senang. Ibu kami jadi bisa tidur nyenyak. Biasanya sebekum direhab ini sering bocor jika hujan," kata Safwani (27), anak Sarti warga RT 3 di Desa Belimbinglama.
Selanjutnya ada rehab poskambling dan pekerjaan lantai musala dan pembuatan Mandi Cuci Kakus (MCK) di sekitar musala.
Dandim 1006/Banjar Letkol Inf. Bambang Prasetyo Prabujaya, melaporkan beberapa pembangunan fisik yang disampaikan meliputi pengerasan jalan, rehabilitasi musala dan MCK, Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Perbaikan Poskamling dan Pembuatan sumur bor.
"Semuanya program progresnya mulai dari 85 persen sampai 100 persen. Semuanya sudah hampir rampung," ujarnya saat meninjau Jumat (15/8/2025).
Pada rombongan Tim Pengawasan dan Evaluasi, hadir mendampingi Kasrem 101/Ant Kolonel Kav. Soleh, Kasiter Korem 101/Ant Kolonel Inf Ferizal, Kasiren Korem 101/Ant Kolonel Cpl. I Nyoman Darmana, dan Letkol Inf. Dede Hermawan.
Soroti Sinyal Seluler dan Listrik
Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, menyoroti soal sinyal selular di lokasi desa Belimbinglama yang sulit diakses.
"Pak Kades, nanti soal jaringan selular dan akses internet ini tugas selanjutnya, koordinasi dengan Dandim dan aparat pemerintah bagimana caranya agar sinyal baik," ujar Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar memberikan arahan.
Kepala Desa Belimbing Lama, H Radiansyah menerima masukkan itu. Dia pun kemudian akan mencari solusi soal kesulitan akses seluler dan internet di lokasinya dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
"Termasuk di Dusun Dadap, yang masih belum ada listrik. Selama warga di susun Dadap masih menggunakan generator berbahan solar. Jadi nanti kita akan koordinasi mudah-mudahan ada tindak lanjut," jelasnya.
Libatkan 150 Personel
Total ada sebanyak 150 personel dan 50 warga turun dan bekerja pada program TMMD ke-125. Pelaksanaan akan berakhir 21 Agustus 2025.
Komandan Kodim 1006/Banjar, Letkol Inf. Bambang Prasetyo Prabujaya menjelaskan, para personel bekerja membangun desa sasarannya yakni pembangunan fisik dan nonfisik.
Sasaran fisik meliputi pembukaan jalan sepanjang 10 kilometer, pengerasan jalan sepanjang 6 kilometer, rehab rumah dan rumah ibadah, pembangunan lima unit sumur bor, sanitasi, serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
“Kondisi sanitasi dan akses air bersih di wilayah Sungaipinang masih sangat membutuhkan perhatian. Jalan yang dibuka akan menghubungkan Desa Belimbingbaru di Sungaipinang, melibatkan 150 personel Satgas dan 50 warga setiap harinya,” jelasnya.
Adapun sasaran nonfisik, meliputi pasar murah, penyuluhan hukum, penyuluhan pengawasan kebangsaan rekruitmen TNI Polri, pengobatan gratis, penyuluhan keluarga berencana dan penekanan angka stunting melibatkan Dinas Sosian Keluarga Berencana, kesehatan masyarakat dari Dinkes, pencegahan narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Banjarbaru, hingga penyuluhan terkiat tanaman pangan dan peternakan dari dinas pertanian, serta penyuluhan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tentang Kelembagaan Masyarakat.
Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, memberikan dukungan penuh. “Ini adalah wujud nyata sinergi TNI dan Pemerintah Daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan,” ujar Saidi.
Disampaikan H Saidi Mansyur, dengan 277 desa dan 13 kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan, Kabupaten Banjar menghadapi tantangan aksesibilitas, terutama di wilayah perbatasan.
Karena itu, TMMD dinilai sangat vital dalam pembangunan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap TMMD terus menjadi program unggulan yang mampu menjangkau desa-desa terpencil. Pemerintah Kabupaten Banjar siap memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini,” tandasnya. (romero.web.id/nurholis huda)
Posting Komentar untuk "Berkat TMMD,Warga Belimbinglama-Dadap Kini Leluasa Angkut Hasil Pertanian"